Rabu, 07 Oktober 2020

Keistimewaan Buah Zaitun dalam Al Quran

 

Keistimewaan Buah Zaitun dalam Al Quran


  


    Minyak zaitun adalah satu-satunya minyak yang dapat diminum langsung atau dikonsumsi setelah diekstrak. Minyak zaitun yang terkandung dalam Al-Quran sebagai suatu obat. Zaitun juga dikenal sebagai buah yang diberkahi, Allah berfirman, "... yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebalah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) ..." (An-Nur: 35).
    Qurtubi mengatakan buah zaitun mengandung banyak manfaat. Pohon yang pertama kali ditanam di tanah dan tumbuh kembali setelah banjir Nuh dan tumbuh di rumah nabi dan kuil-kuil. Buah ini bahkan  didoakan dengan keberkahan  dengan persetujuan dari 70 nabi. Menurut Tirmidzi dan Ibnu Majah, Sayyid Al-Ansari meriwayatkan bahwa Nabi (saw) berkata, "Makanlah minyak zaitun dan pijatlah di atas tubuh Anda karena ini adalah pohon suci (mubarak)".
    Dikutip dalam buku berjudul 'Sains dalam Al-Quran' oleh Dr. Nadiah Thayyarah menuliskan sabda Rasululllah tentang buah zaitun yang berbunyi: "Makanlah buah zaitun dan gunakanlah ia sebagai minyak, karena ia tumbuh dari pohon yang diberkahi." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Keistimewaan buah zaitun dalam Al Quran dituangkan dalam Surat Al-Mu'minum: 20 Allah berfirman, "... dan pohon (zaitun) keluar dari bukit Sinai menghasilkan minyak dan pewarna makanan bagi orang-orang yang makan."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar